Jumat, 18 November 2016

Kemenkes Dorong Pengemudi Bus Maksimal Menyetir Empat Jam

Kemenkes Dorong Pengemudi Bus Maksimal Menyetir Empat Jam



Kementerian Kesehatan mendorong para pengemudi angkutan umum bus agar terus dalam kondisi bugar dengan maksimal menyetir empat jam sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan terutama saat mudik Lebaran, liburan Natal-Tahun Baru dan libur nasional lainnya.

"Empat jam di sini maksudnya setiap empat jam menyetir harus istirahat. Jangan sampai menyetir lebih dari empat jam tanpa istirahat karena dapat membahayakan dirinya dan penumpang," kata Direktur Kesehatan Kerja dan Olah Raga Kemenkes Kartini Rustandi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pengemudi bus antarkota antarpropinsi (AKAP) dan antarkota dalam propinsi (AKDP) memiliki peran penting dalam hal keselamatan penumpang karena seringkali mereka mengendarakan kendaraan bermotor lebih dari empat jam atau mempunyai rute yang padat dan berintensitas tinggi.

Dengan begitu, kata dia, mereka memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas darat (KLLD). Salah satu pemicunya, pengemudi biasanya letih dan daya fokusnya menurun jika empat jam menyetir terus menerus.

Untuk itu, Kartini menyarankan agar para pengemudi memperhatikan waktu kemudinya dengan beristirahat setiap empat jam untuk kemudian melanjutkan perjalanannya.

Kartini mengatakan Kemenkes melakukan intervensi untuk mendorong pengemudi agar dapat mengemudi sesuai waktu yang disarankan.

Salah satunya melakukan kerja sama dengan berbagai sektor seperti Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, organisasi angkutan darat, asuransi Jasa Raharja dan instansi terkait.

Beberapa yang dilakukan, kata dia, adalah sosialisasi dan deteksi dini faktor risiko kesehatan pengemudi bus. Beberapa yang dideteksi adalah dengan pemeriksaan tekanan darah, kadar alkohol, kadar amphetamine di air seni dan kadar gula.

"Kesehatan mempengaruhi kebugaran, fokus dan kesigapan pengemudi. Hal ini memicu keselamatan berkendara mereka," kata dia.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2004 kecelakaan menjadi penyebab kematian urutan sembilan di dunia dan berpotensi meningkat setiap tahunnya.

Sementara data Korps Lalu Lintas Polri, angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2015 mencatat 8.282 kasus kecelakaan dengan 9.620 orang mengalami luka ringan, 2.076 luka berat dan 2.243 meninggal selama H-14 sampai H+14 Lebaran.

Sedangkan angka kecelakaan Lebaran 2016 sebanyak 8.491 kasus dengan 10.246 korban luka ringan, 2.004 luka berat dan 2.289 meninggal.

"Bayangkan berapa kerugian ekonomi akibat kecelakaan. Dari sejumlah korban ada sosok kepala keluarga yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Jika dia mengalami kecacatan atau meninggal maka siapa yang akan menjadi sumber mata pencarian," kata dia.

Dia mengatakan perkiraan kerugian ekonomi akibat KLLD mencapai 1-2 persen dari total pendapatan per kapita negara di seluruh dunia. Sedangkan kerugian ekonomi di Indonesia akibat KLLD mencapai 2,91-3,1 persen dari total PDB Indonesia. (sumber)


Baca Artikel Ibukota dan Daerah Lainnya

Rabu, 16 November 2016

14 Kereta Tambahan Disiapkan Untuk Periode Libur Natal dan Tahun Baru

 PT Kereta Api Indonesia menyiapkan sebanyak 212.564 kursi per hari dalam musim Liburan Natal dan tahun Baru 2017 dalam periode 18 Desember 2016 - 8 Januari 2017.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dalam konferensi pers Kesiapan KAI dalam menghadapi Natal dan tahun Baru 2017 di Jakarta, Senin mengatakan jumlah kursi tahun selama musim Natal-Tahun Baru 2017 meningkat 11 persen dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 190.868 kursi per hari.

"Sepanjang periode itu, diprediksi akan terjadi kenaikan volume penumpang sebesar enam persen dibandingkan Nataru (Natal dan Tahun baru) 2016 dari 4,3 juta penumpang menjadi 4,5 juta penumpang," katanya.

Dia menyebutkan jumlah kursi tambahan tersebut untuk 28 perjalanan KA selain 328 perjalanan KA reguler yang akan dioperasikan selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017.

"Untuk itu kami menyiapkan 14 rangkaian kereta tambahan untuk 28 perjalanan, jadi total bisa menampung 13.892 penumpang," katanya.

Rincian 14 rangkaian KA tambahan, di antaranya Argo Lawu Tambahan rute Gambir-Solo Balapan PP (satu rangkaian), Argo Dwipangga Tambahan rute Gambir-Solo Balapan PP (satu rangkaian).

Lalu, Argo Muria Tambahan (Gambir-Semarang), Lodaya Tambahan rute Bandung-Solo Balapan PP (satu rangkaian), Sancaka Tambahan rute Yogyakarta-Surabaya Gubeng PP (satu rangkaian), Menoreh Tambahan rute Pasar Senen-Semarang Tawang PP (satu rangkaian).

Selanjutnya, Lpn Ekonomi Tambahan rute Lempuyangan-Pasar Senen PP (satu rangkaian), Kutojaya Utara Tambahan rute Pasar Senen-Kutoarjo PP (satu rangkaian).

Kemudian, Kertajaya Tambahan rute Surabaya Pasar Turi - Pasar Senen PP (dua rangkaian), Madiun Ekonomi rute Pasar Senen -Madiun PP (dua rangkaian), Cirebon Ekspres Fakultatif rute Gambir-Cirebon PP (satu rangkaian).

Berikutnya, Argo Jati Tambahan rute Gambir-Cirebon PP (satu rangkaian), Cirebon Ekspres Tambahan rute Gambir-Cirebon PP (satu rangkaian).

Edi menambahkan dari aspek sarana pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini, KAI meningkatkan kesiagaan sarananya, dari 408 unit lokomotif dan 1.509 unit kereta di 2015 menjadi 442 unit lokomotif (414 unit lokomotif dinas dan 28 unit cadangan) serta 1.547 unit kereta (1.386 kereta dinas dan 161 cadangan) di tahun ini. (sumber)


Cari Berita Ibukota & Daerah Lainnya di Katawarta